suatu ketika di sebuah firdaus

di kesinambungan menuju utara
pohon apel
membedakan kehilangan kita dari
ke-Esa-an:
iman yang dibiaskan pada
anonimitas sebuah celah.

tapi masih saja kita tak dapat melihat
mengapa pohon itu menahan
arah ke tak berhingga
dan kita selamanya

tergoda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s